Serial Rangkat: Rindu di Siaran Perdana
Setelah mengganti urutan lagu di playlist Radio Rangkat yang diputar semalaman, pagi ini aku sudah berkutat dengan kabel dan headset di studio. Desa masih lumayan sepi, maklum baru pukul enam. Sebagian warga masih memeluk mimpi yang menemani menghabiskan malam dalam balutan rinai hujan.
Kutengok kios kripik milik Jeng Sekar, belum ada tanda tanda kehidupan di sana. Apalagi warung bakso Om Garong, bahkan belum berdenyut sama sekali. Kios lain yang terletak di kiri kanannya juga belum ada kegiatan sama sekali.
“ bundaa…” seraut wajah manis tiba tiba nongol di balik pintu studio. Senyumnya mengembang saat mengulurkan sekantung kripik apel padaku.
“ katanya bunda pengin oleh oleh. Berhubung kripik jengkol rasa sambel ijonya sudah habis…. Ini dulu yaaa…” bujuknya.
“ aduuh, diajeng.. kemarin itu hanya bercanda lhooo… tapi terimakasih banyak yaa. Mudah mudahan Allah membalas kebaikan diajeng dengan yang lebih banyak, rejeki melimpah… “ sahutku. Malu karena candaan kemarin ditanggapi serius oleh Sekar.
“ aamiin “ sahutnya penuh syukur. Iapun berlalu dengan senyum di wajahnya.
---000---
“ ternyata dia sudah pulang ke desa “ gumamku. Semenjak kepergiannya, warga desa memang bertanya tanya. Mungkinkah penantiannya selama ini membuatnya menyingkir ?? ataukah yang dinantikannya sudah memberikan kepastian padanya ??
Bling…bling… sebuah sms masuk ke hpku. Ketika kutengok, ternyata dari Jeng Mahar. “ request lagunya Agnes, judulnya Rindu dong bund… aku lagi rindu nii..” tulisnya.
Sengaja sms itu tak kubalas, lagu permintaannya kupasang di list ke 3 setelah lagu American Idiot nya Green Day. Pagi ini memang kupilih lagu lagu yang penuh semangat, biar warga Rangkat ikut gembira mendengarnya.
Selesai membereskan peralatan di studio, aku keluar ruangan. Niatku ingin berkeliling ke sekitar studio Radio Rangkat, ingin mendengar dan menyapa langsung para pendengar. Mungkin ada keluhan atau kritik yang bisa kupakai untuk memperbaiki kualitas siaran selanjutnya.
Kios pulsa sudah buka, Nampak jeng Yetty sedang sibuk dengan hapenya. Begitu juga kios bunga Jeng Ranti, penuh dengan bunga beraneka warna, menyejukkan pandangan. Warung bakso Om Garong juga sudah, meskipun gerobag baksonya belum nampak di depan.
---000---
Saat itulah jeng Mahar melintas di depanku. Wajahnya berkeringat, rambut menempel di keningnya. Rupanya habis lari pagi keliling desa, pantas saja kios kuenya belum dibuka sejak tadi.
“ lho jeng…. Darimana saja ? “ tanyaku, pura pura tak liat kostum yang dikenakannya pagi ini.
Dia melengos, tak menjawab tanyaku. Aku bingung dibuatnya. “ ada apa lagi ini ?? “ gumamku, sedih.
Ternyata diajengku yang satu ini sedang gundah dan menyimpan rindu. Kedatangan Sekar ke desa telah membuyarkan harapan yang selama ini disimpannya diam diam.
Laki laki misterius yang diceritakannya kemarin sudah pergi entah kemana. Sementara Ari Jaka yang seminggu ini selalu menghiasi mimpinya, malah menemui Sekar begitu gadis itu pulang ke desa. Aku terdiam, tak bisa berkata kata.
Rupanya jalinan cinta di desa masih simpang siur. Jeng Mahar, yang sibuk tepe tepe sama mas Hans, ternyata menyimpan harapan juga pada Ari Jaka. Sementara Dik Minah yang selama ini mendekati Om Garong, masih juga belum mendapatkan kepastian nasib cintanya.
Begitupun mas Hans, atau yang lebih ‘mesra’ dipanggil Aa Kades, masih harus menunggu jawaban dari Sekar.
---000---
Di kelokan, kulihat mommy dengan keranjang belanjaannya yang sarat dengan berbagai macam sayuran.
“ waah, mommy mau mengadakan pesta yaa ?? “
“ nanti undangannya lewat udara saja mom, saya bersedia menyiarkan kok. Gratis mommy, itung itung buat penglaris “ kataku lagi. Mommy tersenyum, dan mengangguk.
“ nanti draft undangannya diambil ke rumah ya bund…. “ kata mommy sebelum menjauh. Aku mengangguk, senang.
……..
Aku kembali ke studio. Beberapa lagu yang ada di playlist hampir habis diputar. Kupasang headset di kepalaku, kuraih microphone ke dekat bibir dan kuputar beberapa tombol di meja siar.
“ selamat pagi Rangkaters, senang sekali pagi ini saya bisa menemani anda dengan lagu lagu terbaik koleksi diskotik kami………. Segera hadir di ruang dengar anda, sebuah nomor manis koleksi Agnes Monica – Rindu……. Tetaplah bersama kami, di Salam Pagi Radio Rangkat…cuuuuzzzz “
Nyanyian Agnes mengiringi warga desa memulai aktifitas. Damai dan sejuk masih tetap terasa, meski matahari memancarkan sinarnya.
#####
Jakal, 23 April 2012
Komentar
Posting Komentar