Heart Hole
Kesukaan menulis sudah 'mendarah daging' sejak aku kecil. Awalnya tidak menyadari, hanya merasa sangat sukaaa dengan pelajaran mengarang dan menulis bebas. Kalau teman-teman di sekitar mejaku menulis seperempat atau paling banter separuh halaman buku tulis, tetapi aku mampu menulis sepenuh halaman. Kesukaan ini berlanjut hingga ke jenjang SMP. Rasanya semakin terasah karena pengaruh guru yang mengampu pelajaran Bahasa Indonesia. Beliau pandai membangkitkan rasa penasaran tiap siswanya, memberikan apresiasi kepada siswa yang berbakat dan pendampingan bagi yang kurang nilai. Beberapa puisi pernah dimuat di sebuah majalah (sayang sekali, lupa namanya). Itu, seakan mood boster bagiku, untuk tetap semangat menulis. Ratusan puisi, ditulis di sebalik kertas bekas pakai, tersimpan rapi di laci meja belajar. Jangan tanya sewaktu SMU dan Kuliah. Kemampuan menulis terjun bebas seiring dengan banyaknya kegiatan dan kesibukan di sekolah maupun kuliah. Dilanjut masuk ke dunia kerja, ...