setangkai krisan putih, melayu helai demi helai kelopaknya luruh, semarakkan bumi warnai tanah basah dipelukan kabut malam di tepian pematang, dangau terbelenggu beku dalam senyapnya nyanyian burung burung malam dan kelepak kelelawar berburu mangsa sang perjaka adukan kesah entah, adakah kan tiba suatu masa saat raga istirahkan lelah dalam pangkuan dinda perawan Jakal 26 Maret 2012
Tak seperti biasanya, studio Radio Rangkat FM hingar bingar pagi ini. Sebenarnya sudah sejak beberapa hari terakhir, ada kesibukan yang sedikit luar biasa dibandingkan hari hari sebelumnya. Di sudut teras depan, ada mas Lala sedang asyik dengan gitar bolong pinjaman dari bang Relly. Di samping ruang siaran mas Hans sedang sibuk memencet tuts keyboard sambil menyimak partitur lagu dihadapannya. Kang Inin memboyong satu set peralatan drum dari rumah kang Edy Priyatna, yang belum sembuh benar. Om Garong tak mau ketinggalan. Sambil memegang mic , sibuk menyanyi sambil menggoyangkan badannya. Lucu, karena iramanya tak sesuai dengan goyangannya. Untung bunda Enggar tak nampak di studio. Beberapa hari ini siaran hanya berlangsung dari playlist yang dipasang untuk beberapa hari, sementara siaran live ditiadakan. Itulah sebabnya, semua sibuk berlatih keras. Entah, mau konser dimana. ##### Tanggal 6 Maret 2012 akhirnya dating juga. Sepanjang hari itu seluruh warga desa Ra...
Bersandar di tepian, kokohnya karang mulai melapuk Runtuh satu satu Ketegaran itu laksana ilusi, rapuh bagai hati tercabik Kecipak ombak, kejaran buih menggapai pantai Basahkan kaki menyangga letih ragawi Menghela asa perlahan redup Lenguh tertiup angin malam Sendiri Tak hendak sisihkan keluh Saat bayangmu enggan ku rengkuh Jakal, 26/3/2012
mematung di pematang, dalam naungan bagaskara temani mereka mereka yang berpeluh mengkilat, dalam siraman cahya mentari terbungkuk rampungkan beban meski riuh cericit burung dan serangga kecil berkejaran dan celoteh riang para perawan siapkan bekal, ditingkah denting gelas beradu namun ku tetap merasa sunyi di keramaian bayang dan rengek memanjamu bangkitkan rasa, seonggok rindu yang terpenjara ~~Jakal, 26 Maret 2012
Komentar
Posting Komentar