di Pantai, Kutinggalkan Kamu

Kutinggalkan namamu, terpahat
Hamparan pasir putih melandai
Diantara kecipak ombak kecupi pantai
Beraroma panggangan, tempat kau duduk mencangkung

Batu karang masih kokoh menyangga
Tubuh lelahku, teronggok tanpa daya

Acuhmu serakkan asaku
Berbalur tinta semerah darah

Kuhela langkah, tertatih menyeret isak
Saat asmara tak lagi berarak
Warnai ceruk hati patah beribu keping

Keranjang cinta tlah pepat prasangka
Juga derai, tangis tak berujung



Jakal, 26 Maret 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu