Nyanyi Bende

Sebagai Guru Kelas yang mengajar klas IV SD, Ranti dituntut untuk menguasai semua mata pelajaran. Tak terkecuali Seni Musik, pelajaran yang tak terlalu disukainya. Hanya mata pelajaran Olah Raga saja yang diampu khusus oleh guru olah raga.

Siang itu pas pelajaran Seni Musik, Ranti mengharuskan murid-muridnya menyanyi di depan kelas. Kali ini ia memilih tema lagu-lagu perjuangan. Seperti biasa, suasana kelas akan berubah riuh rendah, apalagi bila ada salah seorang muridnya yang lupa atau bahkan tak bisa menyanyi sama sekali.

Tiba giliran Atmo, seorang anak laki-laki yang super aktif di kelas. Entah apa alasannya, kali ini dia malu-malu menyanyi di depan kelas.

“Ayo Atmo, mau menyanyikan lagu apa?“ lembut Ranti menyapa anak itu, sambil mengelus kepalanya.

“Mau menyanyi bende ....“ ragu-ragu Atmo menjawab, dengan mimik muka takut-takut bercampur khawatir.

Merasa tak pernah mengajarkan lagu perjuangan dengan judul yang asing, Ranti terheran-heran. Seumur-umur baru sekali itu didengarnya judul itu.

“Bende apa?“ tanya Ranti, masih belum menemukan judul asli lagu itu.

“Bende rame ...,” jawab Atmo, makin takut.

Ranti terdiam. Sampai lama dia tak dapat menemukan judul lagu yang akan dinyanyikan bocah itu.


Sejurus kemudian, ketika pikiran Ranti sudah buntu, disuruhnya Atmo menyanyi.

“Baik bu.“

Atmo maju ke depan kelas, dan berdiri menghadap ke arah teman-temannya yang tiba-tiba terdiam. Suasana hening di kelas, Ranti pun diam. Menunggu.

Setelah mengambil nafas sejenak. Atmo pun mulai ancang-ancang menyanyi, dengan penuh percaya diri.

“ Bendera Merah Putih ....”

Seketika meledaklah tawa Ranti, diikuti oleh seluruh teman-teman Atmo di kelas itu.
Rupanya dia tidak hafal dengan judul lagunya, yang diingat hanyalah bait awal dari lagu perjuangan itu.



*Diilhami cerita Ibu, seorang Guru Sekolah Dasar di pelosok Kabupaten Klaten. Terima kasih ibu, aku selalu terpingkal-pingkal bila menceritakan kembali peristiwa ini*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu