Balada Motor Baru

“ pokoknya aku mau motor baru…….”
“ sabarlah nak, emak belum punya uang …..”, bujuk emak, air mata menggenang di pelupuk.
“ nggak mau……” Tito merajuk, masuk ke kamarnya sambil membanting pintu.

……

“ gimana ni pak, apa bisa diusahakan pinjaman uangnya ? “ kata emak, sambil menyuguhkan teh tawar. Bapak terdiam, wajahnya muram.
“ nantilah, aku usaha pinjam uang ke juragan Sami. Padi kita hampir panen, cukup buat uang muka motor “ . Emak tersenyum, membayangkan anaknya mengendarai motor baru.

……

Sejak pulang sekolah Tito mengurung diri di kamar. Panggilan emaknya tak dihiraukan. Entah apa yang dikerjakannya, membuat emak sangat khawatir.

Menjelang maghrib bapak pulang. Ditaruhnya cangkul dan caping di sebelah pintu dapur. Setelah membersihkan diri, bapak mengambil air wudhu.
“ paaakk…Titoo….Titooo…..” panik suara emak, dari arah kamar Tito.

Saat mendatangi arah suara itu tiba tiba brruuuuukkkkk, bapak menabrak emak yang jatuh pingsan. Pintu kamar Tito terbuka, ada sesuatu tergantung di tengah kamar.

……

Di bawah jendela Tito berjongkok, gemetar ketakutan. Guling putih yang tergantung di blandar bergoyang goyang.


Jakal, 31 Maret 2012

---000---

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu