Elegi Para Pengungsi II

lembayung, menggelayut di ujung senja
sebersit kelegaan jelas tergambar
dalam wajah wajah terbalut nestapa  
akhirnya kita pulang juga, kelu lidahnya
walau tak jua jelas entah akhirnya
 
kampung halaman, derai tangisnya
adalah siraman pupuk mereka
yang tercerai berai oleh bencana
 
meski, tiada lagi yang bisa mengisi
kekosongan dan rasa galau di hati
sendiri, kucari bayang yang tak hendak pergi



Jakal, 26 Maret 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu