Elegi Para Pengungsi I


menjelang malam, desau angin masih meraja
berkesiur, enyahkan nestapa
barak itu kini berangsur sunyi
saat para pengungsi berhambur kembali
rumah rumah kelabu, tebal berselimut abu

entah kapan, senyap itu kan kembali nampakkan
kilau sinarnya

dan, lereng sungai itupun kembali sepi


Jakal, 26 Maret 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu