Irine

“ kursi nomor....berapa mas ? “ santun sang pramugari menyapa. Gagah menunjukkan boarding pass nya.
“ nomor 8 D. Ini mas, silahkan “
“ terimakasih “ .

Seorang gadis belia tersenyum padanya, lalu duduk di sampingnya. Wajahnya manis, innocent, dan senang bercanda. Membuat Gagah tertarik juga untuk sekedar mengobrol.

....

“ maaf, tapi saya mengantuk sekali. Boleh kutinggal tidur sebentar ? “ Gagah menguap, dan menarik tuas kursinya.
“ monggo mas, silahkan. Saya juga mau merem sebentar kok “ lembut suara Irine.
Lamat lamat terdengar suara sang pramugari yang meminta penumpang memakai sabuk pengamannya.pesawat hampir mendarat, tetapi mata Gagah masih terasa berat.

....

“ mas ..mas.. ayoo. Ini sudah di bandara “ tepukan di bahu Gagah membuatnya tersentak. Kaget.
Diraihnya tas punggungnya dan berlalu. Rupanya Irine sudah turun duluan.

....

“ saya menemukan 100gram heroin di tas punggung anda. Anda kami tahan “ .


Jakal, 31 Maret 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu