Serial Rangkat: Kado Ulang Tahun

Kang Inin, mas Hans, kang Odi kasak kusuk di lapak Sekar. Mereka membicarakan kado buat mas Ibay.
“ ini ultah ke 17, jadi harus spesial....” kata kang Odi. Semuanya mengangguk.
“ oke, kang Inin beli kadonya. Nanti biar aku yang membungkus. Bereslah pokoknya “ kata mas Hans.
“ kita ketemuan di pos ronda ya, nanti malam “ sambung kang Odi.

Sekar yang tak mengerti hanya melongo. Mereka meninggalkan lapak tanpa membeli kripik.

......

Gardu ronda masih sepi. Kang Inin, kang Odi dan mas Hans sudah nongkrong di sana. Dari kejauhan nampak mas Ibay, sempoyongan karena lapar.

“ eh, mas RT...siniii.....” teriak mas Hans.
“ acara apaan ? kok ngumpul semua ? “ mas Ibay heran. Tak biasanya warga desa berkumpul di pos.
Sekar, Mommy, Ningwang, Hanna, Dorma dan lainnya sudah hadir pula. Tak terkecuali Jingga.

.....

“ ini hari ulang tahun mas Ibay. Ada sedikit hadiah buat mas....” kang Odi mengulurkan kue tart kecil. Sebatang lilin tertancap di tengahnya. Kang Inin mengulurkan bungkusan besar berpita hijau.
“ ayoo... buka kadonya....buka kadonya....” sorak mereka. Mas Ibay mulai membuka bungkus kadonya. 

Bungkus pertama usai dibuka, masih ada bungkus kedua. Masih ada bungkus ketiga....... begitu seterusnya hingga bungkus ke 17. Semua tertawa gembira, muka mas Ibay sudah merah padam.

Dibukanya kotak terakhir, dan dilemparnya ke arah mas Hans.
Sepasang bra dan celana dalam wanita terlipat rapi di dalamnya.

“ waaahhh, sialaaaannnnn.......” mas Ibay pun menghilang di kegelapan, ditingkah sorak sorai warga rangkat.

---000---
*nama diambil dari warga rangkat


Jakal, 9 April 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu