Kereta Rakyat

Seto mengajak anak anaknya naik kereta api. Dipilihnya kereta Sri Tanjung menuju ke Banyuwangi.
Anto dan adiknya Sasa senang bukan main. Ini pengalaman pertama mereka naik kereta api.
Keduanya berebut tempat duduk dekat jendela.
....
Dua jam berlalu. Kebosanan mulai melanda dua bocah kecilku. Anto terkantuk kantuk, Sasa sudah tertidur pulas.
Kereta berhenti di stasiun Madiun.
“ es teh....es teh maniiisss.....”
“ pecel pincuk....pecel pincuk maas “
“ es susu .... es susuuu.....”
Pedagang asongan berteriak menawarkan dagangannya. Anto melongo, Sasa menatap tak berkedip.
.....
“ susu dik ? “ tawar pedagang itu pada Sasa. Dia menggeleng.
Saat pedagang itu berlalu, dari arah gerbong belakang terdengar teriakan yang sama.
“ susu anget....susu anget.....”
Entah siapa yang nyeletuk, tiba tiba terdengar jawaban “ ngenyot dhewe “.

Jakal, 31 Maret 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu