[Masih] Kereta Rakyat

Namanya juga Kereta Rakyat, mesti mengalah dengan kereta bisnis atau eksekutif. Kita harus sabar menunggu mereka lewat dahulu, baru kereta kita diberangkatkan. Bukan hanya sekali, berkali kali bahkan. Tetapi kita tak boleh protes, menggerutu atau marah marah. Terima saja nasib, naik kereta berbiaya murah.
.....
“ kenapa di setiap stasiun kereta kita harus berhenti ayah ? “ Bondan, bocah kecilku bertanya. Matanya masih tertuju pada Pak Sep ( Kepala Stasiun ) yang memegang tongkat aba aba.
“ kondekturnya mau salaman sama pak Sep dulu....” sahut pakdhenya.



Jakal, 9 April 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu