Mau Lihat Duren
“ hooreeeee.......” Akhe, Aka dan Eli bersorak. Sambil berlari ke dapur mereka berceloteh riang.
“ Aku mau dua butir......” celetuk Akhe.
“ nyam nyam.... aku paling besar, tiga butir......” Eli menyambung.
“ atu...... cepuyuuhh...” Aka bersorak, sepuluh jarinya teracung.
Tante Yona tersenyum, dan menggandeng mereka ke mobil.
.........
“ mau liat kemana ma ?“ kata papa. Tatapannya tak beranjak dari kemudi. Lalu lintas padat merayap.
“ jalan Magelang saja ya pa...” mama berkedip penuh arti.
Tante Yona menenangkan keponakan yang saling bercanda.
........
“ hhhmmmm, ennaaakkk......”
“ maa... maaa.... itu...ituuuu....besar besar...” tunjuk Eli.
“ atu.....ma....mau...yyyaaa...yaaa..... “ Aka tak mau kalah.
Papa dan mama tertawa bareng, mobil mereka berjalan pelan. Tumpukan duren berjajar di trotoar, menerbitkan selera.
........
Mobil membelok ke gang Delima, memasuki rumah pak Darmo.
Disana sudah menunggu Dahlan, duda keren calon suami Tante Yona.
Jakal, 31 Maret 2012
Komentar
Posting Komentar