Mawar Luruh Me-Layu

Sambut senja dengan langkah tertatih
Saat ketuk pintu ke pintu tawarkan resah
Langit jingga payungi temaram
Seakan pijatan bayu lepaskan penat

Awal malam dengan kepak kelelawar
Ditingkah sayup keluh perjaka di gelap pematang
Serbersit tanya tak jua berjawab senang
Kapan bisa genggam erat jemari rindu
Hilang bersama di sebalik rembulan
Malu senyumi padang, merunduk bebungaan

Setangkai mawar tlah luruh me layu
Berharap khabar warta darimu


Jakal, 26 Maret 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu