Pembunuh Berdarah Dingin [1]

Musik di ruangan depan berdentum dentum, mengaburkan suara di sekelilingnya. Burhan mengendap endap memasuki ruangan.Tangannya menggenggam pisau terhunus. Matanya tajam menyapu sekeliling.


“ aman “ pikirnya.
Langkahnya menuju pembaringan. Tiara tertidur lelap. Sebagian dasternya tersingkap, memperlihatkan paha langsingnya. Lampu temaram tak mampu menyembunyikan pemandangan menggoda syahwat itu.

....

Burhan mengacungkan pisaunya, dengan sekuat tenaga disayatnya belahan paha itu. Dengan rakus dilahapnya potongan daging itu. Matanya merem melek merasakan nikmatnya.
Tiara terbangun dan menjerit. Kaget.

Burhan sedang melahap ingkung ayam yang disembunyikannya di kolong tempat tidur.

---000---



Jakal, 9 Apeil 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu