Penghujung Malam

Malam merambat menuju dini, dalam gemeletuk
Gigilan perih ujung harap yang tercampak

………

Kutunggu peluk lelahku, kunanti dekap sepiku
Kan temani duka citaku sampai pagi

………

tak teraih, meski sejauh tangan menggapai
kar’na adamu, hanya diujung mayaku
mengelana sepanjang sulur ilusiku
menelusuri lembaran kertas kertas putih berhumbalang
dalam hembusan sisa angin malam

………

Mestikah abai pada sunyi tepian hati
Yang merana menuai derai, tersamarkan rinai
Langit tlah tampakkan seringai

…….

Mari menghitung mimpi
Menina bobokkan segala perih dan kelu diri
Menjelmakan menjadi sepotong elegi tuk esok hari
Menyongsong fajar, bersemburat jingga berselendang pelangi

---000---


Jakal, 27 april 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu