Perempatan Rumah Sakit
Prriiiiittt...Prrriiiittt... Parno mengatur lalu lintas. Tangannya terampil memberi aba aba. Belasan mobil memutar tanpa kesulitan. Terkadang pengemudi menyelipkan lembaran ribuan ke tangannya.
Ini hari pasaran Kliwon. Lalu lintas depan pasar lebih ramai. Sejak pagi Parno sibuk di tengah perempatan. Tanpa ada yang meminta, tanpa ada yang menyuruh.
....
“ pagi mbak Inda....kuseberangkan yuukk “
“ terima kasih ya mas. Ini buat beli rokok....” Indah menyelipkan limaribuan.
“ hanya cukup beli es teh mbak “....goda Parno, cengengesan.
“ besok kutambahi. Yuukk, mari.....” Inda segera berlalu.
Sementara Pak Polantas, entah kemana.
.....
Ada yang berbeda kali ini. Pak Husin berdiri agak jauh dari perempatan. Matanya tak pernah lepas dari Parno.
Menjelang siang dihampirinya pemuda itu.
“ ayuukkk, sudah yaaa. Sudah dulu... jadi Polantasnya diteruskan besok yaaa “
Dituntunnya Parno ke gerbang rumah sakit jiwa. Dua orang Satpam membantunya memasang gembok kamar pemuda itu.
Jakal, 31 Maret 2012
Komentar
Posting Komentar