Peron Stasiun

Monang duduk tenang di kursi peron stasiun. Sambil menunggu keretanya datang, dia membaca novel yang sempat dibelinya tadi.
Seorang gadis muda, mendekat. Duduk di ujung kursinya, lalu mulai memainkan hapenya. Penampilannya sederhana. Tas besar di punggung, ditambah tas cangklong dan hanya mengenakan sendal jepit.
Iseng, Monang bertanya : “ mau ke mana mbak ? “
“ Semarang “, jawabnya, enggan.
“ ooohh. Sama dong “.
......

Ting tong teng tung..... tanda kereta memasuki stasiun memecah kebisuan. Kereta ekonomi rupanya.
Monang kembali bertanya : “ ini keretanya mbak ? “
Si gadis menggeleng, segan. Diapun tak melanjutkan kalimatnya.
.....
Tuuuiiiitttt........kali ini kereta bisnis yang berhenti, menaikkan penumpang yang sudah menunggu.
Si gadis tetap saja acuh, asyik dengan hapenya. Monang makin keheranan. “ emang mau naik kereta yang mana ya ?? “ gumamnya.
.....
Prrriiiiittt.. kereta eksekutif memasuki stasiun. Bergegas gadis itu bangkit dan mulai mencari gerbongnya.
“ ini keretamu ? “ ada nada heran dalam suara Monang. Sambil berlalu dari hadapannya, gadis itu mendesis “ emangnya kalau pakai sandal jepit ga boleh naik kereta eksekutif ?? yang penting gue punya tiketnya ??!! “

Ditinggalkannya Monang terbengong bengong di kursi peron.
---000---



Jakal, 9 April 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu