Rumah Baru Ayah

“ horeee....kita akan pergi ke rumah baru ayah “ sorak Bondan. Bergegas ditanggalkannya bajunya, sejurus kemudian nyanyiannya berkumandang dari kamar mandi.

Aku menghela nafas. Sekuat tenaga kutahan tangisku agar tidak tumpah di hadapannya. Bocah kecilku itu belum mengerti, dan aku tak sampai hati untuk mengatakannya sekarang.

“ aku pakai baju ini ya maa ... “ Bondan menyorongkan hem dan celana panjang pilihannya. Aku mengangguk, tak ingin mengecewakannya.

Bondan bernyanyi nyanyi dalam gandenganku.


.............


“ rumah ayah bagus maa ? “ celotehnya. Kubalas dengan senyuman.
“ kok cuma senyum sii... mama tidak sayang ayah yaa ? “ protesnya lagi. Hatiku kian teriris.
“ ada kebun bunga, ada gazebo, ada jalan setapak. Kolamnya juga ada ..... nanti kau bisa lihat sendiri “. Jawabku. Sekuat tenaga kusembunyikan air mataku.


Jakal, 20 April 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu