Serial Rangkat: Koalisi di Desa Rangkat

Ini hari ke tiga, bund Eng keliling Desa membawa pocket kamera. Kemarin Mommy, kang Edy Priyatna, ayahnda Windu Hernowo, bang Odi, bang Relly sudah berhasil dipotretnya diam diam. Kali ini bund Eng menuju ke warung bakso kang Fahmi a.k.a Om Garong. Dugaannya betul, ada Sekar, Ajeng Leodita, Angelina, Zwan, diajeng Asih sedang makan bakso.

Tanpa sepengetahuan mereka, bund Eng berhasil memotret ekspresi wajah mereka. Ningwang yang baru saja datang, kang Inin yang mendorong sepeda Onthelnya, om Rizal yang cemberut tak luput dari bidikan lensa kamera bund Eng.

Setelah membayar baksonya, bund Eng ngeloyor pergi. Senyumnya penuh arti, diiringi tatapan keheranan dan penuh tanda tanya dari warga Desa Rangkat yang melihatnya.

…….

“ eh, bund Eng kemarin memborong semangka satu truk penuh lhoo….” Ajeng nyerocos di pos ronda.
Dorma yang sedang sibuk memotong cake kesukaannya menoleh. Wajahnya berubah sumringah.
“ asyiikk, kita bisa makan semangka sepuasnya…..” katanya.
“ apa bund Eng sudah menyewa lapak di sebelah kios jeng Ranti ya ? “ kata kang Inin, raut wajahnya nampak khawatir. “ waduw, ga bakalan bisa ngedate diam diam di sana…..” keluhnya. Maklum, kios kosong itu biasa dipakai kang Inin kencan rahasia. Hayoooo….
“ eh, tapi jeng Ranti kok tidak pernah cerita ke mommy ? “ mommy De Rangkat pun ikut angkat bicara. Ada nada heran dalam suaranya.

Sementara bund Eng tetap saja dengan kegiatannya, menenteng kamera saku, dan keliling Desa Rangkat.
……..

“ aa Kades, mas Hans..woooiii …” Si Ajen memanggil pak Kades yang melintas depan kios kripik jeng Sekar.
“ heeh, ada apa ?? heboh amat ?? …..” mas Kades duduk di bangku depan kios, tak lupa sambil menjumput keripik jengkie kegemarannya. Tak dipedulikannya jeng Sekar yang melotot ke arahnya.

“ apa bund Eng sudah meminta ijin untuk memakai lapak di sebelah jeng Ranti ? “ tanya Zwan. Ajeng hanya melongo, niatnya sudah keduluan Zwan.
“ kenapa dari kemarin meributin lapak … emang ada apa ? “ aa Kades bingung. Lapak kosong itu bermasalah lagi.
“ begini mas Kades eh aa …hwaduuhh… “ om Garong garuk garuk kepala. Bagaimana memulainya ?
“ aahh, om Ga….kelamaaaann ….” Dorma nyerocos.

“ gini lho mas Hans, bund Eng akhir akhir ini tindakannya mencurigakan. Kemana mana menenteng kamera saku dan memotret kita secara diam diam. Buat apa coba foto foto itu ? “ tanya Dorma berapi api. Tapi, tetep saja lucu dengan pipi montoknya.
“ ooohh ituuu…. “ pak Kades yang belum mengerti duduk permasalahannya tak bisa menjawab dengan tegas. Bagaimana lagi ?? hwaduuuhhh….

……..

Kasak kusuk dan perbincangan di kios jeng Sekar, di pos ronda maupun di balai desa tak pernah membuahkan jawaban yang memuaskan. Semua sibuk menerka nerka, semua sibuk menduga duga. Sementara yang mereka gunjingkan asyik sendiri, tak pernah menampakkan batang hidungnya di tengah tengah mereka.

Sepulang dari berkeliling, bund Eng langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Korden jendela ditutupnya juga. Terkadang, lampu ruang tamu menyala terang benderang meskipun siang hari. Entah apa yang dikerjakannya di dalam, tak seorangpun yang tahu.

Suasana di Desa Rangkat makin lama makin panas. Namun hal itu tak menghalangi warga untuk saling sapa, silaturahmi antara mereka. Meskipun sibuk memperebutkan kang Fahmi a.k.a Om Garong, tetapi Ningwang dan Zwan tetap rukun. Seringkali mereka berdua dipergoki sedang jalan bareng ke kios jeng Sekar.

Begitupun Si Ajen, Ajeng Leodita dan jeng Mahar….. terkadang kang Inin juga curi curi kesempatan untuk tebar pesona pada para gadis di Desa Rangkat. Mas RT a.k.a Ibay malahan tak kelihatan batang hidungnya, apalagi semenjak Jingga hijrah ke pulau Dewata…. Kasihan mas RT , hari harinya meranaaaa….

………
Segala teka teki dan kasak kusuk yang melanda desa akhirnya terjawab sudah. Seperti sudah di komando sebelumnya, hari ini hampir semua warga desa menyambangi rumah bund Eng.
“ waduuh, ada angin apa nii ? “ terheran heran bund Eng menyambut tamunya.
“ kenapa kita tak disuruh masuk ya ? “ Dorma membatin. Intuisinya sebagai hansip Desa Rangkat menangkap sesuatu yang mencurigakan.

Tanpa aba aba, mommy, jeng Asih, Zwan, kang Inin dan Om Garong menerobos masuk ke ruang tamu. Apa yang mereka lihat disana ???
“ haaaa…….” Hampir bebarengan mereka berteriak heran.

Bund Eng tergagap gagap. Jelas sekali bila ia kaget dengan kejadian itu.
Di sana, di ruang tamu bund Eng, berserakan semangka yang berhiaskan bendera kecil dengan potret wajah warga Desa Rangkat tercetak rapi.

Di sudut ada semangka bergambar Mas Repotter dengan Ningwang dan Zwan. Di dekat jendela ada teronggok semangka bergambar aa Kades dengan jeng Sekar… ada juga Om Garong berkelompok dengan dik Minah dan siapa lagi ituuu…

……..
Riuh rendah suara tawa mereka seakan meledakkan ruang tamu bund Eng.
---000---


Jakal, 23 April 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu