Stasiun Tugu Suatu Pagi

Kabut belum lagi sirna sibakkan dingin kala ku jejak langkah
Susuri berandamu yang legam, menghitam oleh peluh
Pengelana dan beraneka rupa mereka yang bergegas
Seolah tak sempat lagi menyapa penjaga
............................................
Dengan lelah ku sambut sesungging senyum, getir di sudut bibir
Bocah kecil acungkan sehelai koran, hampir lusuh dalam dekap
Pandang penuh harap itu jelas tercetak, berpendar di kilau sinar mata
Mengaduk emosi hati, meski teriris perih
...........................................
Rombongan pejalan kaki, ditingkah derum belasan taksi
Juga tegur para pengojek bersama riuh andong dan becak
Menjadi serenada pembuka hari, penghilang penat sepanjang malam
Dalam tidur tak nyenyak, jaga tak enak
..........................................
Pagi ini ku mulai hari
Menyusur jalanan menyusun dawai mimpi
Yang terpenjara rangkaian nostalgi



Jakal, 7 April 2102

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serial Rangkat: Kado Buat Bunda

Sepotong Ilusi Tersisa

Terpenjara Rindu